Puisi Tentang Alam Go Green Indonesia

By

Puisi Tentang Alam Go Green Indonesia - Ada banyak sekali mungkin jutaan macam puisi alam yang telah ada hingga saat ini. Ada yang bersifat memuji, mengapresiasi, mengkritik atau prihatin. Semua tergantung pada inpirasi yang didapat sekaligus suasana hati penulis saat membuatnya. Tidak semua inspirasi dapat dijadikan puisi. 

Terkadang butuh waktu bagi para penulis untuk dapat meresapi makna inspirasi yang mereka dapatkan. Bagi yang ingin mulai membuat puisi alam dan membutuhkan inspirasi, kami berikan beberapa contoh Puisi Tentang Alam Go Green Indonesia. Semoga menginspirasi.





ALAM DESA


Bukit di atas tanah
Tertutup kabut tipis
Hawa sejuk mentari cerah
Padang rumput menghijau manis
Gemericik air di sungai terdengar halus
Halimun pagi menetes teduh

Air terjun mengguruh deru
Melaju membiru pantai
Sejuk asin hangat pesisir
Menerangi panorama desa
Mewarnai guratan alam
Mencipta indah alam desa


PEMANDANGAN ALAM


Sejauh mataku memandang
Pohon hijau tinggi menjulang
Gunung besar menantang
Dipayungi langit biru yang biru terang

Di bawahnya mengalir sungai bening
Warnanya bersih dingin sekali
Di kiri kanan sawah kuning menghampar
Luas membentang

Hasil letih para petani
Berjuang di tengah terik demi memanen padi
Ketika mentari terbenam
Warnanya emas kemerahan

Berisik angin meniup lembut
Seluruh penat di benakku
Tak kuasa diri menampik
Kuasa indah pemandangan ini


KEMANA PERGINYA ALAM LESTARI


Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biru
Kiri kanan sawah, tengahnya sungai
Di antara gunung matahari terbit malu-malu
Namun sekarang kemana?

Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan
Kini tanahku berwarna abu
Lama kucari tanah becekku
Tapi kenapa sekarang tak nampak?

Cemara kehidupan tinggi menjulang
Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan
Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh
Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu
Mengapa bisa begitu?

Sering banjir, sering longsor
Di barat ada asap bikin marah tetangga
Padahal dahulu tidak begitu
Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu
Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih
Menanggung pilu sambil tertatih
Anak-anaknya nakal semua
Biar dimarahi tapi tak pernah jera


Namaku ALAM


Perkenalkan, namaku adalah alam
Aku adalah tempat tinggal bagi flora dan fauna
Dimana bagi hewan-hewan aku adalah rumah mereka
Tempat mereka bertumbuh
Berkembang biak, dan mencari makan
Melakukan semua aktivitas kehidupan alam

Bukan hanya hewan
Tumbuhan pun merasakan hal yang sama
Bagiku, tumbuhan adalah perhiasanku
Dan hewan, adalah peliharaanku

Aku juga slalu memberi kesejukan bagi penduduk bumi
Aku memberikan oksigen bagi manusia
Aku juga memberikan sumber daya bagi mereka
Memberikan mereka energi, kekuatan, perhiasan
Dan segalanya yang mereka butuhkan

Semua itu adalah pada saat bumi masih dalam keadaan stabil
Ketika bumi tidak dipenuhi orang orang serakah
Menggunakan sumber dayaku sesuai kebuhannya saja

Tapi kini.....
Manusia hanya memikirkan kepentingannya sendiri
Mereka tak pernah memikirkan aku
Mereka slalu ingin lebih atas apa yg telah diberi oleh – Nya
Ketamakan, kerakusan, pemborosan
Telah membawaku kepada kerusakan

Lihat apa yang telah mereka perbuat padaku
Setelah apa yang aku berikan pada mereka
Mereka membalasnya dengan merusakku
Menebang pohon pohonku
Memberikan polusi padaku
Memburu hewan hewanku
Dan merusak ozonku
Dengan zat zat yang dulu tak pernah ada di bumi ini

Sungguh perih hati ini rasanya
Apakah tak ada kesadaran sedikit pun dihati mereka?
Apakah tak ada rasa iba mereka atas rusaknya diriku?
Sungguh, sungguh, dan sungguh sangat miris hati ini


Lindungi Lingkunganku


Langit mendung hujan tak terbendung
Mentari terselubung dibalik awan membumbung
Semua rumah dan harta benda
Hanyut entah kemana

Penebangan pohon yang semena-mena
Banjir melanda di mana-mana
Dan erosi bertambah pula
Itu semua hanyalah sedikit
Dari tumpukan bencana

Ayo sahabat semua
Jagalah alam kita
Lindungi hutan kita
Jangan biarkan
penebangan pohon merajalela
Mari kita tanam
semua yang kita bisa


AKU BAGAI LINGKUNGAN


Aku....
Aku hanyalah jari-jari
Memegang roda indahnya bumi
Apabila kubersih
Manusia akan berkasih
Melainkan ku kotor
Mereka pergi memohon

Jangan rusak aku,
Jangan penuhi aku dengan,
Plastik, kertas, daun kering bertebar
Hindari aku dari sampah

Sapulah aku,
sayangi aku
Maka aku akan memberi
Nyaman teramat,
Asri suasana.


Puisi Keindahan Alam Laut Indonesia


Saat matahari terbit
aku langsung terbangun
Aku melihat pemandangan pantai begitu indah
Pantai berpasir putih nan lembut
Ombak berkejaran
membuat orang tertarik bermain dengannya
Kerang di pasir putih
membuatku ingin mengambilnya

Tapi saat ini
Aku melihat pantai telah rusak
Pasir yang putih menjadi kotor
Ombak-ombak yang bersih menjadi kotor
Kerang yang berserakan menjadi habis diambil manusia

Siapa yang merusak semua ini?
Sepertinya manusia yang sudah merusak semua ini
Aku yakin suatu saat nanti
mereka akan sadar bahwa semua yang mereka lakukan
telah merusak pantai-pantai kita semua


Indonesiaku


Indonesia pesona negeri nan indah
Cantiknya negeri membuat  dunia terpesona
ragam budaya
ragam musik
ragam tarian dan bahasa

penuh mengisi indahnya nusantara
hutan yang asri
gunung yang hijau
lautan  yang biru
dan semua kekayaan alamnya

tetap terjaga dan lestari
negeri dengan sejuta simponi
betapa indahnya negri ini
Indonesia….
indahnya Indonesia…….


Puisi Keindahan Alam Indonesia


Saat aku membuka mataku,
ku tak percaya bahwa itu nyata
Aku masih berfikir, bahwa aku masih bermimpi
Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku

Sungguh indah kepulauan ini
Ribuan pulau-pulau berjajar membentuk gugusan pulau yang indah
Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur
Samudra luas membentang dengan air yang biru

Dan berisi keindahan di bawahnya
Aku bangga menjadi anak Indonesia
Aku berjanaji aku akan menjagamu
seperti surga dunia
indah dan lestari sepanjang masa
itulah indahnya negeri sejuta keindahan
Indonesia………


Indonesiaku Hijau


Secercah harapan kunanti
Melihat Indonesiaku hijau
Kapan dan kapan
ia semakin tua

Oh…Indonesia
Kulihat engkau memutih
Tergerai dentuman industri
engkau semakin redup

Oh…Indonesia
Kapan aku menatapmu hijau
Dengan semburat angin sepoi
Kuingin habiskan sisa hidupku
Tuk melihatmu tersenyum 


Indahnya Indonesiaku


Saat aku membuka mataku,
ku tak percaya bahwa itu nyata
Aku masih berfikir, bahwa aku masih bermimpi
Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku
Sungguh indah kepulauan ini

Ribuan pulau-pulau berjajar membentuk gugusan pulau yang indah
Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur
Samudra luas membentang dengan air yang biru
dan berisi keindahan di bawahnya

Aku bangga menjadi anak Indonesia
Aku berjanji aku akan menjagamu
Advertisement